SEBANYAK 31 orang mahasiswa Kedokteran Hewan dari Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Indonesia berkumpul di Yogyakarta dan Bandung dari 29 Juli sampai 4 Agustus 2018 dalam acara 2ND IVSA Indonesia Event Week 2018. Acara ini diadakan untuk mengenal lebih dalam tentang budaya dan kedokteran hewan Indonesia.

Kegiatan event week ini bukan pertamakalinya di gelar oleh IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedoteran Hewan Indonesia), acara sebelumnya diselenggarakan Febuari 2016 silam di Yogyakarta dan Bali. Pada acara kedua ini panitia mengambil tema tentang satwa liar. Selama sepekan mahasiswa kedokteran hewan ini mendapatkan beberapa materi serta pelatihan tentang satwa liar.

Pemateri  Dr. drh. Ligaya ITA Tumbelaka, Sp.MP, M.Sc (IPB)  pakar bioteknologi reproduksi satwa liar, memberikan materi dokter hewan satwa liar.  Dr. drh. Tri Wahyu Pangestiningsih, M.P (UGM), merupakan salah satu dosen FKH UGM yang aktif meneliti tentang primata Indonesia, memberikan materi primata dan penyakit penyakitnya

Selain mengikuti seminar, para perserta juga mengikuti workshop mengambil darah ikan dan nekropsi bulus. Kegiatan ini dipandu oleh dosen serta asisten dari Laboraturium Makro Anatomi FKH UGM. Selain anatomi mereka juga dikenalkan lebih dalam tentang gajah pada kawasan Taman Wisata Candi Borobudur.

Selama di Borobudur  peserta berinteraksi langsung dengan gajah, mahout dan petugas yang ada untuk belajar tentang perawatan, pernanan mahout dalam pemeriksaan serta manajemen kesehatan gajah-gajah yang ada disana.  Peserta juga mengunjungi Wildlife Rescue Center (WRC) yang merupakan lembaga atau yayasan non-profit yang bergerak dibidang konservasi dan rehabilitasi satwa liar yang terancam punah dan dilindungi.

“Indonesia memiliki berbagai macam kasus dan jenis hewan yang sulit di temukan di Korea Selatan, terutama satwa liar. Saya sangat menikmati kegiatan di Wildlife Rescue Center, disini saya merasa Indonesia memiliki hasrat yang besar untuk melindungi hewan-hewan yang terancam punah ini,” ujar Keuntae Lee salah satu mahasiswa dari Konkuk University, Korea Selatan.

Setelah 3 hari belajar tentang satwa liar, acara dilanjukan dengan pengenalan budaya yang berlangsung di Bandung. Di Bandung peserta belajar membuat dan memainkan alat music tradisional jawa barat, angklung. Tidak hanya belajar budaya Indonesia, peserta dari Indonesia juga belajar beberapa budaya Negara lain melaui  malam budaya.Setiap delegasi perwakilan negara menghidangkan berbagai makanan dan minuman khas negara mereka serta menggunakan baju tradisional dari negara masing-masing dan mempersembahkan penampilan dari setiap negara. Atika Marwa sebagai salah satu panitia IVSA Indonesia Event Week ini berharap dengan diadakanya acara ini dapat memperkenalkan kekayaan satwa liar yang ada di Indonesia dan mempererat tali persahabatan mahasiswa kedokteran hewan antar negara. (drh. Nabila Syarifah Jamilah)

31 mahasiswa FKH dari 6 negara berkumpul dalam. 2nd IVSA INDONESIA EVENT WEEK. Sumber: panitia acara

Nabila -EditorVetNewsVetTalk
SEBANYAK 31 orang mahasiswa Kedokteran Hewan dari Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Indonesia berkumpul di Yogyakarta dan Bandung dari 29 Juli sampai 4 Agustus 2018 dalam acara 2ND IVSA Indonesia Event Week 2018. Acara ini diadakan untuk mengenal lebih dalam tentang budaya dan kedokteran hewan Indonesia. Kegiatan...