oleh : drh. Dini Agusti Paramanandi

Munculnya penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) menggugah Calvin W. Schwabe, ilmuwan kelahiran New Jersey yang dikenal sebagai Bapak Epidemiologi Veteriner, untuk mengusulkan istilah “One Medicine” sebagai bentuk pendekatan untuk menanggulangi penyakit menular dengan menggunakan ilmu kedokteran manusia dan hewan. Perlu diketahui Sebanyak 60% patogen yang menyebabkan sakit pada manusia berasal dari hewan, dan sebanyak 75% penyakit menular yang dikelompokkan dalam emerging disease adalah zoonosis.

One health, sebagai suatu konsep pendekatan, bertujuan untuk merangkul keseluruhan usaha dari multi disipliner baik secara lokal, nasional dan global untuk mencapai status kesehatan terbaik untuk manusia, hewan dan lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan kontribusi nyata yang seimbang dari berbagai sektor seperti dokter dan dokter hewan, serta partisipasi yang tinggi dari praktisi kesehatan wildlife, lingkungan dan praktisi sosial [1;4]

Pada tahun 2004 bertempat di Rockefeller University New York, ide awal “one health, one world” muncul dari the Wild Conservation Society (WCS) melalui 12 prinsip Manhattan yang bertujuan untuk mendorong pemimpin dunia, kelompok sosial, komunitas kesehatan dunia, dan institusi untuk bersama mencegah penyakit epidemik/epizootik dan menjaga ekosistem. Tahun 2008, organisasi internasional yaitu FAO, OIE dan WHO berkolaborasi dengan UNICEF, UNSIC dan Bank Dunia bekerjasama membentuk strategi untuk menanggulangan risiko emerging disease dan re-emerging disease sebagai kontribusi konsep one health, one world [1].

Kantor One health secara resmi didirikan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) yang terletak di DeKalb Country, Georgia, Amerika Serikat pada tahun 2009 atas usaha direktur nasional pusat penyakit zoonosis , vetbourne dan enterik CDC, Lonnie King. Pada tahun-tahun berikutnya pendekatan one health ini terus di rokemendasikan dalam berbagai acara di seluruh dunia. Berbagai konferensi regional maupun internasional terus dilaksanakan untuk terus menerapkan konsep one health, tidak terkecuali, Indonesia juga ikut andil dalam pendekatan one health, terutama di wilayah asia tenggara [1; 2].

Sebagai bentuk kerja nyata dalam rangka pencapain one health, organisasi internasional WHO (World Health Organization) dan OIE (World Organization for Animal Health) membuat standar metode pencegahan dan kontrol terhadap kesehatan manusia dan hewan yaitu International Health Regulation (IHR) dan Perfomance of Veterinary Service (PVS), yang dapat digunakan secara global [3].

Menurut United States Agency for International Development (USAID) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika, pendekatan One Health terdiri dari memerediksi, merespon, mengenali dan mencegah yang dikemas dalam program Emerging Pandemic Threarts (EPT). Program EPT ini menjadi dasar pengembangan konsep one health di Asia Tenggara. Sebagai wujud kongkrit dari pelaksanaan one health di Asia Tenggara terutama dalam lingkup universitas, terbentuklah The South East Asia One health University Network (SEAHOUN), sedangkan untuk wilayah Indonesia sendiri memiliki INDOHUN (The Indonesia One health University Network) sebagai organisasi nasional yang menaungi one health. INDOHUN aktif sejak Januari 2012 sebagai wadah akademisi, stakeholder, saintis, komunitas dan prefesional asal Indonesia untuk ikut berkecimpung dalam isu regional maupun global [2]

Sebagai gambaran umum mengenai one health, ilustrasinya dapat dilihat di payung one health [5] berikut ini  :

Sumber Gambar : http://www.onehealthinitiative.com/

SUMBER

[1] https://www.cdc.gov/onehealth/

[2] http://www.indohun.org/latar-belakang/

[3] Buletin OIE No.2013-1 The One health Concept : The OIE Approach

[4] http://www.onehealthglobal.net/what-is-one-health/

[5] http://www.onehealthinitiative.com/

Nabila -EditorVetHealthVetTalkOneHealth
oleh : drh. Dini Agusti Paramanandi Munculnya penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis) menggugah Calvin W. Schwabe, ilmuwan kelahiran New Jersey yang dikenal sebagai Bapak Epidemiologi Veteriner, untuk mengusulkan istilah “One Medicine” sebagai bentuk pendekatan untuk menanggulangi penyakit menular dengan menggunakan ilmu kedokteran manusia dan hewan. Perlu diketahui...