Sumber: http://www.reagenskft.hu

Dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan dalam bidang immunohematology, pengelola Program Sains Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengadakan kuliah umum pada hari selasa, 25 Juli 2017 di ruang seminar I Gedung V4 dengan mendatangkan ahli Imunohematology dan  dari Justus Liebeg University, Giessen, Jerman yaitu Prof. Dr. Rer. Nat. Sentot Saleh Santosa, Ph.D. Kuliah umum kali ini di ikuti sekitar 35 orang yang terdiri dari beberapa staff dosen, mahasisiwa koasistensi, mahasiswa S2 maupun S3.

Kuliah ini dibuka oleh drh. Liliek selaku pengelola sain veteriner fakultas Kedokteran Hewan UGM. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai “ Endhothelial cells : New Player in Immunohematology” oleh Prof. Sentot yang merupakan Head of the Immunohematology Research Department Institute for Clinical Immunology and Transfusion Medicine di Justus-Liebig University Giessen, Jerman.

Dalam kuliahnya Prof. Sentot memaparkan bahwa immunohematology tidak hanya melulu berhubungan dengan tranfusi darah, namun juga dengan beberapa antibodi yang terkandung dalam pembuluh darah. Penjelasan itu digambarkan melalui mekanisme Fetal /Neonatal Alloimmune Trombocytopenia  (FNAIT) yang menyebabkan kasus pendarahan otak pada bayi yang ada di dalam kandungan.

Selain itu, Prof. Sentot menjelaskan bahwa secara teori trombosit memiliki peran yang penting dalam pembekuan darah, namun dalam beberapa penelitian terbaru menjelaskan bahwa mencit yang hilang trombositnya tidak mengalami perdarahan. Padahal pada teori lama telah dijelaskan bahwa apabila tidak ada trombosit akan mengalami perdarahan dan tidak terjadi pembekuan darah.

“Perdarahan tidak akan terjadi apabila tidak terdapat dua faktor yaitu trombositopenia dan inflamasi” papar Prof. Sentot. Hal ini membuka pandangan bahwa kekurangan trombosit tidak akan mengalami perdarahan dalam pembuluh darah, namun apabila diikuti dengan proses inflamasi maka seseorang itu baru akan mengalami perdarahan, seperti dalam kasus dengue fever disease atau demam berdarah dengue (DBD). Pada kasus DBD perdarahan tidak akan terjadi apabila kita menghambat faktor-faktor yang menyebabkan inflamasi.

Prof. Sentot Saleh Santosa, ahli immunohematology dari Justus-Liebig University Giessen, Germany. Sumber: http://www.isbtweb.org/working-parties/platelet-immunobiology/

“Pandangan baru terhadap Immunohematology, antibodi tidak hanya pada permukaan sel darah saja, namun antibodi juga berada di permukaan sel endotel. Sehingga harapan kedepannya dapat meningkatkan penelitian yang berhubungan dengan antibodi sel endhotel untuk mendapatkan treatment yang lebih akurat dalam beberapa penyakit”,  jelas Prof. Sentot dalam penutupan pemaparan materi.

“Kesimpulan  kuliah umum kali ini adalah antibodi dapat  digunakan sebagai new player terhadap treatment Dengue Disease, atau Fetal/ Neonatal Alloimmune Thrombocytopenia (FNAIT) dari beberapa sebab” ujar Dr. drh. Hevi Wihadmadyatami, M.Sc.  selaku moderator yang juga merupakan mahasiswa bimbingan program S3 Prof. Sentot di Justus Liebeg University, Giessen, Jerman. (Lulu)

 

Editor in ChiefVetNewsImmunohematology,inflamasi,transfusi darah,trombosit
Dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan dalam bidang immunohematology, pengelola Program Sains Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan UGM mengadakan kuliah umum pada hari selasa, 25 Juli 2017 di ruang seminar I Gedung V4 dengan mendatangkan ahli Imunohematology dan  dari Justus Liebeg University, Giessen, Jerman yaitu Prof. Dr. Rer. Nat. Sentot Saleh...